“Hah? Maaf tadi lagi
beberes rumah jadi gak sempet balas. Emang sms apa? Tanyaku ramah dan sambil
berbaring dikasurku lalu memeluk boneka hello kitty ku yang besar.
“Mau tau gue sms apa?
Janji dulu yah nyanyi buat gue.” Pintanya dengan nada sangat manja dan sangat
terdengar halus.
“Aku gak bisa nyanyii,
Sorry~” desahku kesal karena pertanyaanya begitu berbelit-belit,
“Gak sms sih
sebenarnya, cuman pengen ngisengin kamu aja. Gk boleh??” tanya nya yang sedang
sibuk mengorek-ngorek sesuatu.
Mungkin bisa dibilang
muka ku sangat merah saat itu, aku pun tak mengerti apa dan kenapa bisa seperti
ini, aku hanya berbincang-bincang dengannya dan tidak terasa battery ku sudah
mulai habis. “Kak, kayaknya Hpku low deh. “ ucapku yang sedang berguling-
guling di kasur.
“yaudah nanti kakak
telfon lagi yah! Kamu jangan lupa mandi hahahah” tutupnya dengan suara yang sangat amat
membuatku bahagia.
Hari
berganti hari dan waktu terus berjalan. Tak ku sangka kami makin dekat dan
makin mengenal satu sama lain, hari- hari yang indah terus kami lalui berdua
dan saat itu Malam Minggu jam 18.30 aku menunggu dia untuk menjemputku didepan
komplek rumah ku. Kami bertemu dan dia menjemputku dengan motor bebeknya. Kami bercerita
dan sangat riang sekali kala itu, kami pergi ketempat Seperti pegunungan atau
bisa dibilang bukit di daerah kami dan pada saat itu aku membawa makanan
untuknya yaitu Duren yang telah ku pisahkan dari cangkangnya dan kubawa dari rumah. Malam itu kami bercerita tentang diri kami
satu sama lainnya dan dia benar-benar membuatku bahagia dan pertemuan kami
malam itu benar-benar membuat loncatan besar pada hidupku, aku yang sangat suka
mempelajari bahasa Inggris akhirnya memutuskan untuk berlajar sedikit-demi
sedikit untuk Belajar bahasa Mandarin, aku yang kala itu tidak bisa memakai
sumpit dengan benar akhirnya sangat mahir memakai sumpit. Dan tibalah saat hari
dimana dia memintaku menjadi pacarnya. Pada tanggal 14 Februari saat hari
Valentine Saat itu aku berumur 16 Tahun
aku yang sangat polos kala itu tidak perduli dengan apapun yang aku mengerti.
Matthew adalah laki-laki yang baik, laki-laki yang bisa mengerti diriku dan
laki-laki yang bisa membuatku bahagia dan pada saat itu juga kami mempunyai
hubungan yang bisa kita sebut “Pacaran”.
Awalnya
aku tidak mengerti mengapa dia tidak pernah mengenalkan aku kepada keluarganya,
mengapa aku harus selalu bersembunyi? Mengapa aku tidak bisa seperti pasangan
yang lainnya. Dan akhirnya aku mengerti. Kami Berbeda. Dan pada tahun itu
perbedaan kami sangat tabu untuk kedua keluarga kami, tetapi dengan jujur ku
akui. Aku sangat mencintainya dan itu membuatku sampai detik ini masih hidup
dan percaya pada Tuhan bahwa jika kami berjodoh dengan apapun Tuhan akan
memberikan kami celah untuk bersama, ya mungkin suatu hari. Waktu kami terus
berjalan tanpa terasa Hubungan kami telah menginjak ke delapan bulan. Matthew
mulai berubah itu yang kurasakan. Dia mulai menunjukan perubahan yang sangat
besar. Sebagian wanita pasti mengetahui apa yang ku maksud. Mulai dari yang
selalu mengirimiku sms menjadi jarang. Mulai dari kami yang sering berpegangan
tangan dia mulai menghindar. Aku yang saat itu sedang ujian nasional akhirnya
tidak memperdulikannya karena aku percaya padanya meskipun semua teman ku
mengatakan bahwa dia punya wanita lain. Aku yang selalu percaya padanya selalu
menginginkan kesuksesan untuk Matthew. Dikarenakan Universitas yang Matthew
inginkan tidak membuka penerimaan siswa/siswi baru tahun itu maka matthew
mengambil Universitas yang jauh dari daerah kami dan aku yang bodoh ini lalu
menerimanya dan selalu menyemangatinya. Kami semakin jauh dan jauh. Aku yang
bodoh ini sangat bahagia dan bersemangat untuk kuliah di Universitas Negeri
yang dekat dengan Universitasnnya, aku sangat semangat bahkan melebihi apapun
aku belajar sangat giat. Ketika Ulang Tahunku yang ke 17 Matthew yang tiba-tiba
datang dan memberiku kejutan dengan kue bakpao dengan satu lilin dan dia
memberikanku boneka kecilnya. Saat itu aku sangat bahagia sampai aku menangis
karena aku hanya punya 1 hari bersama Matthew.
Kami menghabiskan hari libur indah kami berdua. Mungkin banyak wanita
lain yang berkata betapa sederhananya Pacarku yang hanya membawa satu kado
kecil dan satu buah kue hanya untukku, tetapi yang membuatku sangat bahagia
adalah waktu yang ia berikan kepadaku. Meskipun dia sangat lelah tetapi dia
berusaha meluangkan waktu hanya untuk ku. Itu adalah kado terindah yang ku
dapatkan dari seseorang dan Matthew adalah orang yang sangat special untuk ku. Ia
mengerti dikala aku hanya bisa menangis karena kesepian, ia mengerti ketika aku
merindukan keluargaku dan ia selalu menjagaku tanpa aku memberitahu semuanya. Itu
membuatku sangat jatuh sedalam-dalamnya pada dirinya. Aku sangat mencintai dan
mengasihinya.
Malam
itu adalah malam yang sangat buruk bagi hidupku, Ayah ku yang mengetahui bahwa aku menjalin
hubungan dengan seseorang yang berbeda denganku lalu marah besar kala itu, ayah
dan beserta keluarga besarku mengusirku dari rumah jika aku tetap bersama
Matthew. aku yang nekat akhirnya memutuskan untuk bersama dengan Matthew. Aku berlari
sekencang- kencangnya aku pergi ke tempat dimana ia berada. Saat itu aku belum
begitu mengerti. Matthew yang tidak dapat ku hubungi dan aku tidak tahu dimana
alamat ia tinggal lalu akhirnya aku yang masih percaya akan kekuatan cinta aku
tetap menunggu dirinya.
Waktu
terus berlalu tetapi apa daya. Ketika aku sadar kenyataannya bahwa ternyata
Matthew telah mempunyai Wanita lain yang
dijodohkan dengan keluarganya dan dengan mudahnya dia mengatakan untuk berpisah
denganku karena dia tidak bisa meninggalkan keluarganya seperti jalan yang aku
ingin tempuh. Masih terngiang-ngiang dengan sms yang ia kirim kepadaku.
FROM : MY LOVE
TO : ME
Gimana
kalo kita putus aja? Dan jadi adik-kakak aja? L aku ga bisa
ninggalin keluarga aku. Maaf
Saat itu
duniaku seperti terkena bom hiroshima, Hancur-sehancurnya dan Miris, memang. Aku
yang bodoh ini sangat terpukul, aku menangis sejadi-jadinya, aku akhirnya
pulang dan mengurung diriku didalam kamar, kala itu aku seperti mayat hidup.
Cinta Pertama ku yang benar-benar ku cintai dengan segenap hatiku hilang begitu
saja tanpa jejak sedikitpun. Sudah 2
bulan aku direhabilitasi di rumah sakit. Ayahku yang sibuk mengurusi keadaan
jiwa ku yang sudah seperti mayat hidup. Matthew menghilang dan duniaku hancur
lebur. Aku yang saat itu mengikuti terapi dan ayahku sibuk membawaku ke
Ustadz-Ustadz dan teman-temanku yang selalu memberiku semangat lalu entah bagaimana
aku melupakan Matthew begitu saja. Kenangan tentangnya begitu saja lenyap dan
akhirnya Aku hidup dengan normal tanpa mengingatnya, menurut keluargaku itu
adalah Keajaiban yang Allah SWT berikan kepadaku.
Aku
seperti terlahir kembali berkat Allah SWT. aku lulus dengan nilai yang sangat
baik lalu keluargaku memberikan aku kehidupan baru yakni menunda kuliahku 1
tahun untuk bekerja dan mencari pengalaman baru. Aku yang tidak mengerti maksud
keluarga ku mengikutinya dan pindah di salah satu daerah yang jauh dari
kehidupan ku. Aku bekerja di salah satu Perusahaan besar dan aku tinggal
bersama keluarga Tanteku yang telah ku anggap keluargaku sendiri, aku mengurusi
kedua keponakanku yang lucu-lucu dan membuatku lupa akan segala kesedihanku. Teman-temanku
juga tidak mengijinkan aku untuk mengingat Matthew. Kehidupanku sangat normal
aku sering berganti pacar hanya untuk mencari sesosok yang aku inginkan
meskipun aku tidak tahu mengapa. aku menginginkan laki-laki dengan berparas
Oriental, Humoris dan dewasa. Tetapi aku tidak menemukan sosok yang membuat aku
nyaman sampai akhirnya. Di sebuah Taman Kota, saat itu Minggu pukul 16.00
WIB aku sedang lari sore bersama keponakanku dan ada yang menghampiriku. “gimana
jenn, kabarnya Mathhew? Masih sama dia?” saat itu aku kaget dan bingung. “Siapa?
Matthew siapa?” ucapku gemetar dan tiba-tiba badanku dingin dan kepalaku
pusing. Seseorang itu adalah kenalanku yang tidak lain adalah teman dari Zifa. “lah
itu kan cowoklu bukan?” ujarnya yang tanpa dosa.
Saat
itu di taman kota aku menangis sejadi-jadinya dan keponakanku hanya melihatku
dengan kebingungan. “teteh kenapa? Teteh jangan nangis” tanya Alen dengan suara
imutnya. Aku hanya bisa menangis dan memeluk Alen dengan erat. Disana aku
sadar, bahwa Matthew adalah orang yang telah membuat hidupku hancur tetapi
dengan berat hati aku mengakui bahwa aku sangat mencintainya sampai saat itu. Aku
mencari keberadaanya. Dan mencari tahu bagaimana hidupnya yang tak ku sangka
dia sangat bahagia dengan pasangan barunya. Aku yang hanya bisa menangisinya
dan berusaha menerima kenyataan bahwa semuanya telah berubah. Aku yang
memberanikan diri untuk menambahkan pertemanan padanya pada salah satu social
media yang aku punya. Aku yang ingin menyelesaikan semuanya malah tenggelam
pada kesedihanku sendiri.
Butuh
waktu yang sangat lama dan butuh banyak penderitaan yang aku lewati hanya untuk
menyapa dia kembali dan luka ku sangat lama untuk sembuh, aku yang telah
melalui semuanya sendiri berusaha kuat dan terguh pada pilihanku untuk tidak
mengejarnya. Jennie yang bodoh mungkin masih bodoh karena dalam hati kecilnya
ia masih mencintai Matthew tapi dengan kebodohan itu aku tidak mau jatuh dalam
lubang yang sama. Matthew mungkin merasa bersalah karena telah merusak hidupku,
ia terus menghubungi ku dan membahas masa lalu tetapi tidak berani mengajaku
kembali bersama dan saat itu aku mengerti kami tidak mungkin bersama dan
akhirnya aku mengembalikan semua barang yang ia berikan karena itu hanya
membuatku sakit dan terus mengingatnya. Matthew hanya bisa meminta maaf dan dengan
lapang dada aku memafkannya, mungkin sangat sulit untuk mencintai seseorang
lagi karena itulah aku tidak ingin menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Jika
ada yang bertanya tentang kondisi fisiku aku akan mengatakan semuanya akan
baik-baik saja tetapi jika mereka bertanya tentang hatiku. Aku sangat tidak
baik dengan segala kejadian yang tidak bisa aku ceritakan dengan detail aku
hancur lebur hatiku tidak ingin berhenti menjerit tetapi bukankah sangat indah
jika aku menerima kenyataan pahit ini bukan ?
Masih
segar di kepalaku, bahwa ia memberikanku coklat di hari valentine, coklat yang
ia buat hanya untuku dengan kedua tangannya, atau ketika kami pergi ke sebuah
air terjun bersama teman-temanku ketika itu kami ribut karena ia meledeku
gendut dan aku meledeknya dan aku ketika aku terseret ombak dan saat itu dia
memegangi tanganku begitu erat. Tetapi aku melupakan betapa sakitnya ia
meninggalkanku dengan kejamnya dan seperti orang bodoh sampai saat ini aku
masih mencintainya. Jika mereka bertanya tidak kah aku menginginkannya kembali?
Jawabannya adalah iya tetapi bisakah aku bahagia dengannya? Bisakah aku
meninggalkan keluarga ku yang telah berusaha dengan susah payah mengembalikan
aku ke jalan yang benar? Jawabannya tidak.
Ketika hati kita mengatakan iya dan logikaku mengatakan tidak. Bukan kah aku
lebih harus mengikuti logika ku? J
Cerita
cinta di semua film berakhir dengan sangat indah dan epik tetapi mengapa tidak
denganku? Itulah pertanyaanku 7 tahun lalu. Dan aku yang sudah bisa berpikir
jernih hanya bisa menjawab. Karena kamu tidak hidup didunia fantasy. Jika dari
awal kamu tahu ada batu mengapa kamu masih berlari untuk mendapatkan apa yang
kamu inginkan? Faktanya Apa yang kamu butuhkan akan kamu dapatkan tetapi mungkin
tidak dengan keinginanmu. Jika suatu hari kamu terjatuh karena batu tersebut Tidak
apa untuk mengatakan kamu tidak baik-baik saja jika itu terasa sakit tetapi esok
hari kamu harus yakin kamu akan sembuh dan bisa berjalan lagi dengan sendirinya.
Sorry to my readers. Lambat
banget updatenya sumpah aku juga kesel sama diri sendiri yang mager buat nulis
novel ber series gini grrrrrrr. But at least ini endingnya sedih banget yaa gue
juga jadi nangis sih nulisnya karena terinspirasi dari temen gue sendiri dan
banyak cerita dan seraching tentang cinta beda agama, beda etnis atau beda
dunia juga ya kaya anime Kamisama
Hajimemashita, Ino X Boku, Inuyasha, Vampir Kningt, dan masih banyak
lagi heheheuuu ceritanya mereka berbeda
etnis dan berbeda agamanya juga yang kalian tahu di Indonesia sendiri
pernikahan agama itu kan masih hal tabu dan menurut mimin sendiri yang beragama
Islam sangat tidak diperbolehkan dan setahu gue di semua agama tidak
memperbolehkannya. meskipun Jenny dan Matthew itu saling mencintai satu sama
lain walaupun di ending yang dapet pasangan duluan Matthew. Kita ga pernah tahu
apa yang dirasakan Matthew kan? Mungkin dia terbebani dan berusaha menerima
semuanya, atau dia emang udah gak cinta lagi sama Jenny? Who the hell knows,
Right?
Gue sebagai creatornya
juga bingung sama charater yang gue buat ini, si Matt ini menggambarkan cowok
yang Baik hati, hangat, humoris, Plin-plan dan gak bisa berani buat ambil
keputusan besar buat dirinya sendiri dan hanya bisa menyesal di kemudian hari
dan akhirnya cuman bisa menerima semuanya. Dan karena si Matt ini cowok dia ga
mungkin kan berpikir pendek buat ninggalin keluarganya hanya demi si jenny, meskipun
dia cowok dan dia lebih memilih buat ninggalin jenny begitu aja. Itu sih salah
satu kesalahannya. Disana harusnya cowok lebih mikirin lagi gimana posisi si
cewek dan gak tergesa-gesa dan kebawa emosi.
Buat charater si Jenny
sendiri gue buat sebodoh-bodonya di awal karena mengingat dia itu masih belum
dewasa dan tipe yang menginginkan perhatian dan kenyamanan bagi seorang cewek
abg menurut gue itu wajar. Lagian siapa sih yang gak mau di perhatiin yakan
hahaha? Cuman disini salah jenny adalah terlalu larut dalam kesedihan sampe
gila dan akhirnya di terapi dan di ruqiah biar dia gak gila dan lebih dekat
lagi sama Tuhan. Dan akhirnya dia sedikit demi sedikit bertransformasi dari
yang kekanak-kanankan dan jadi lebih dewasa dan aware sama kenyataan.
Mungkin mereka berdua
gak bakalan kayak gitu, maksud gue Jenny dan Matthew ga bakalan sama-sama edan
kalo misalnya masalah mereka bisa dibicarakan dengan baik-baik dan mereka
berdua sebenernya membutuhkan peran seperti seseorang yang netral ga memihak
sama keluarga mereka dan bisa berpikir jernih dan mungkin mereka berdua gak
bakalan seperti ini. Itu sih hipotesis gue. Gimana kalau menurut kalian?? J
XOXO, MIMY
dont forget to like,
coment, and share.
Please dont be A Silent
Reader.
Komentar
Posting Komentar