Langsung ke konten utama

FIN III (ENDING)

“Hah? Maaf tadi lagi beberes rumah jadi gak sempet balas. Emang sms apa? Tanyaku ramah dan sambil berbaring dikasurku lalu memeluk boneka hello kitty ku yang besar.
“Mau tau gue sms apa? Janji dulu yah nyanyi buat gue.” Pintanya dengan nada sangat manja dan sangat terdengar halus.
“Aku gak bisa nyanyii, Sorry~” desahku kesal karena pertanyaanya begitu berbelit-belit,
“Gak sms sih sebenarnya, cuman pengen ngisengin kamu aja. Gk boleh??” tanya nya yang sedang sibuk mengorek-ngorek sesuatu.
Mungkin bisa dibilang muka ku sangat merah saat itu, aku pun tak mengerti apa dan kenapa bisa seperti ini, aku hanya berbincang-bincang dengannya dan tidak terasa battery ku sudah mulai habis. “Kak, kayaknya Hpku low deh. “ ucapku yang sedang berguling- guling di kasur.
“yaudah nanti kakak telfon lagi yah! Kamu jangan lupa mandi hahahah”  tutupnya dengan suara yang sangat amat membuatku bahagia.
Hari berganti hari dan waktu terus berjalan. Tak ku sangka kami makin dekat dan makin mengenal satu sama lain, hari- hari yang indah terus kami lalui berdua dan saat itu Malam Minggu jam 18.30 aku menunggu dia untuk menjemputku didepan komplek rumah ku. Kami bertemu dan dia menjemputku dengan motor bebeknya. Kami bercerita dan sangat riang sekali kala itu, kami pergi ketempat Seperti pegunungan atau bisa dibilang bukit di daerah kami dan pada saat itu aku membawa makanan untuknya yaitu Duren yang telah ku pisahkan dari cangkangnya dan  kubawa dari rumah.  Malam itu kami bercerita tentang diri kami satu sama lainnya dan dia benar-benar membuatku bahagia dan pertemuan kami malam itu benar-benar membuat loncatan besar pada hidupku, aku yang sangat suka mempelajari bahasa Inggris akhirnya memutuskan untuk berlajar sedikit-demi sedikit untuk Belajar bahasa Mandarin, aku yang kala itu tidak bisa memakai sumpit dengan benar akhirnya sangat mahir memakai sumpit. Dan tibalah saat hari dimana dia memintaku menjadi pacarnya. Pada tanggal 14 Februari saat hari Valentine  Saat itu aku berumur 16 Tahun aku yang sangat polos kala itu tidak perduli dengan apapun yang aku mengerti. Matthew adalah laki-laki yang baik, laki-laki yang bisa mengerti diriku dan laki-laki yang bisa membuatku bahagia dan pada saat itu juga kami mempunyai hubungan yang bisa kita sebut “Pacaran”.
Awalnya aku tidak mengerti mengapa dia tidak pernah mengenalkan aku kepada keluarganya, mengapa aku harus selalu bersembunyi? Mengapa aku tidak bisa seperti pasangan yang lainnya. Dan akhirnya aku mengerti. Kami Berbeda. Dan pada tahun itu perbedaan kami sangat tabu untuk kedua keluarga kami, tetapi dengan jujur ku akui. Aku sangat mencintainya dan itu membuatku sampai detik ini masih hidup dan percaya pada Tuhan bahwa jika kami berjodoh dengan apapun Tuhan akan memberikan kami celah untuk bersama, ya mungkin suatu hari. Waktu kami terus berjalan tanpa terasa Hubungan kami telah menginjak ke delapan bulan. Matthew mulai berubah itu yang kurasakan. Dia mulai menunjukan perubahan yang sangat besar. Sebagian wanita pasti mengetahui apa yang ku maksud. Mulai dari yang selalu mengirimiku sms menjadi jarang. Mulai dari kami yang sering berpegangan tangan dia mulai menghindar. Aku yang saat itu sedang ujian nasional akhirnya tidak memperdulikannya karena aku percaya padanya meskipun semua teman ku mengatakan bahwa dia punya wanita lain. Aku yang selalu percaya padanya selalu menginginkan kesuksesan untuk Matthew. Dikarenakan Universitas yang Matthew inginkan tidak membuka penerimaan siswa/siswi baru tahun itu maka matthew mengambil Universitas yang jauh dari daerah kami dan aku yang bodoh ini lalu menerimanya dan selalu menyemangatinya. Kami semakin jauh dan jauh. Aku yang bodoh ini sangat bahagia dan bersemangat untuk kuliah di Universitas Negeri yang dekat dengan Universitasnnya, aku sangat semangat bahkan melebihi apapun aku belajar sangat giat. Ketika Ulang Tahunku yang ke 17 Matthew yang tiba-tiba datang dan memberiku kejutan dengan kue bakpao dengan satu lilin dan dia memberikanku boneka kecilnya. Saat itu aku sangat bahagia sampai aku menangis karena aku hanya punya 1 hari bersama Matthew.  Kami menghabiskan hari libur indah kami berdua. Mungkin banyak wanita lain yang berkata betapa sederhananya Pacarku yang hanya membawa satu kado kecil dan satu buah kue hanya untukku, tetapi yang membuatku sangat bahagia adalah waktu yang ia berikan kepadaku. Meskipun dia sangat lelah tetapi dia berusaha meluangkan waktu hanya untuk ku. Itu adalah kado terindah yang ku dapatkan dari seseorang dan Matthew adalah orang yang sangat special untuk ku. Ia mengerti dikala aku hanya bisa menangis karena kesepian, ia mengerti ketika aku merindukan keluargaku dan ia selalu menjagaku tanpa aku memberitahu semuanya. Itu membuatku sangat jatuh sedalam-dalamnya pada dirinya. Aku sangat mencintai dan mengasihinya.
Malam itu adalah malam yang sangat buruk bagi hidupku,  Ayah ku yang mengetahui bahwa aku menjalin hubungan dengan seseorang yang berbeda denganku lalu marah besar kala itu, ayah dan beserta keluarga besarku mengusirku dari rumah jika aku tetap bersama Matthew. aku yang nekat akhirnya memutuskan untuk bersama dengan Matthew. Aku berlari sekencang- kencangnya aku pergi ke tempat dimana ia berada. Saat itu aku belum begitu mengerti. Matthew yang tidak dapat ku hubungi dan aku tidak tahu dimana alamat ia tinggal lalu akhirnya aku yang masih percaya akan kekuatan cinta aku tetap menunggu dirinya.
Waktu terus berlalu tetapi apa daya. Ketika aku sadar kenyataannya bahwa ternyata Matthew telah mempunyai  Wanita lain yang dijodohkan dengan keluarganya dan dengan mudahnya dia mengatakan untuk berpisah denganku karena dia tidak bisa meninggalkan keluarganya seperti jalan yang aku ingin tempuh. Masih terngiang-ngiang dengan sms yang ia kirim kepadaku.

FROM : MY LOVE


TO   : ME

     Gimana kalo kita putus aja? Dan jadi adik-kakak aja? L aku ga bisa ninggalin keluarga aku. Maaf
 

  
  Saat itu duniaku seperti terkena bom hiroshima, Hancur-sehancurnya dan Miris, memang. Aku yang bodoh ini sangat terpukul, aku menangis sejadi-jadinya, aku akhirnya pulang dan mengurung diriku didalam kamar, kala itu aku seperti mayat hidup. Cinta Pertama ku yang benar-benar ku cintai dengan segenap hatiku hilang begitu saja tanpa jejak sedikitpun.  Sudah 2 bulan aku direhabilitasi di rumah sakit. Ayahku yang sibuk mengurusi keadaan jiwa ku yang sudah seperti mayat hidup. Matthew menghilang dan duniaku hancur lebur. Aku yang saat itu mengikuti terapi dan ayahku sibuk membawaku ke Ustadz-Ustadz dan teman-temanku yang selalu memberiku semangat lalu entah bagaimana aku melupakan Matthew begitu saja. Kenangan tentangnya begitu saja lenyap dan akhirnya Aku hidup dengan normal tanpa mengingatnya, menurut keluargaku itu adalah Keajaiban yang Allah SWT berikan kepadaku.
Aku seperti terlahir kembali berkat Allah SWT. aku lulus dengan nilai yang sangat baik lalu keluargaku memberikan aku kehidupan baru yakni menunda kuliahku 1 tahun untuk bekerja dan mencari pengalaman baru. Aku yang tidak mengerti maksud keluarga ku mengikutinya dan pindah di salah satu daerah yang jauh dari kehidupan ku. Aku bekerja di salah satu Perusahaan besar dan aku tinggal bersama keluarga Tanteku yang telah ku anggap keluargaku sendiri, aku mengurusi kedua keponakanku yang lucu-lucu dan membuatku lupa akan segala kesedihanku. Teman-temanku juga tidak mengijinkan aku untuk mengingat Matthew. Kehidupanku sangat normal aku sering berganti pacar hanya untuk mencari sesosok yang aku inginkan meskipun aku tidak tahu mengapa. aku menginginkan laki-laki dengan berparas Oriental, Humoris dan dewasa. Tetapi aku tidak menemukan sosok yang membuat aku nyaman sampai akhirnya. Di sebuah Taman Kota, saat itu Minggu  pukul 16.00 WIB aku sedang lari sore bersama keponakanku dan ada yang menghampiriku. “gimana jenn, kabarnya Mathhew? Masih sama dia?” saat itu aku kaget dan bingung. “Siapa? Matthew siapa?” ucapku gemetar dan tiba-tiba badanku dingin dan kepalaku pusing. Seseorang itu adalah kenalanku yang tidak lain adalah teman dari Zifa. “lah itu kan cowoklu bukan?” ujarnya yang tanpa dosa.
Saat itu di taman kota aku menangis sejadi-jadinya dan keponakanku hanya melihatku dengan kebingungan. “teteh kenapa? Teteh jangan nangis” tanya Alen dengan suara imutnya. Aku hanya bisa menangis dan memeluk Alen dengan erat. Disana aku sadar, bahwa Matthew adalah orang yang telah membuat hidupku hancur tetapi dengan berat hati aku mengakui bahwa aku sangat mencintainya sampai saat itu. Aku mencari keberadaanya. Dan mencari tahu bagaimana hidupnya yang tak ku sangka dia sangat bahagia dengan pasangan barunya. Aku yang hanya bisa menangisinya dan berusaha menerima kenyataan bahwa semuanya telah berubah. Aku yang memberanikan diri untuk menambahkan pertemanan padanya pada salah satu social media yang aku punya. Aku yang ingin menyelesaikan semuanya malah tenggelam pada kesedihanku sendiri.
Butuh waktu yang sangat lama dan butuh banyak penderitaan yang aku lewati hanya untuk menyapa dia kembali dan luka ku sangat lama untuk sembuh, aku yang telah melalui semuanya sendiri berusaha kuat dan terguh pada pilihanku untuk tidak mengejarnya. Jennie yang bodoh mungkin masih bodoh karena dalam hati kecilnya ia masih mencintai Matthew tapi dengan kebodohan itu aku tidak mau jatuh dalam lubang yang sama. Matthew mungkin merasa bersalah karena telah merusak hidupku, ia terus menghubungi ku dan membahas masa lalu tetapi tidak berani mengajaku kembali bersama dan saat itu aku mengerti kami tidak mungkin bersama dan akhirnya aku mengembalikan semua barang yang ia berikan karena itu hanya membuatku sakit dan terus mengingatnya. Matthew hanya bisa meminta maaf dan dengan lapang dada aku memafkannya, mungkin sangat sulit untuk mencintai seseorang lagi karena itulah aku tidak ingin menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Jika ada yang bertanya tentang kondisi fisiku aku akan mengatakan semuanya akan baik-baik saja tetapi jika mereka bertanya tentang hatiku. Aku sangat tidak baik dengan segala kejadian yang tidak bisa aku ceritakan dengan detail aku hancur lebur hatiku tidak ingin berhenti menjerit tetapi bukankah sangat indah jika aku menerima kenyataan pahit ini bukan ?
Masih segar di kepalaku, bahwa ia memberikanku coklat di hari valentine, coklat yang ia buat hanya untuku dengan kedua tangannya, atau ketika kami pergi ke sebuah air terjun bersama teman-temanku ketika itu kami ribut karena ia meledeku gendut dan aku meledeknya dan aku ketika aku terseret ombak dan saat itu dia memegangi tanganku begitu erat. Tetapi aku melupakan betapa sakitnya ia meninggalkanku dengan kejamnya dan seperti orang bodoh sampai saat ini aku masih mencintainya. Jika mereka bertanya tidak kah aku menginginkannya kembali? Jawabannya adalah iya tetapi bisakah aku bahagia dengannya? Bisakah aku meninggalkan keluarga ku yang telah berusaha dengan susah payah mengembalikan aku ke jalan yang benar?  Jawabannya tidak. Ketika hati kita mengatakan iya dan logikaku mengatakan tidak. Bukan kah aku lebih harus mengikuti logika ku? J
Cerita cinta di semua film berakhir dengan sangat indah dan epik tetapi mengapa tidak denganku? Itulah pertanyaanku 7 tahun lalu. Dan aku yang sudah bisa berpikir jernih hanya bisa menjawab. Karena kamu tidak hidup didunia fantasy. Jika dari awal kamu tahu ada batu mengapa kamu masih berlari untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan? Faktanya Apa yang kamu butuhkan akan kamu dapatkan tetapi mungkin tidak dengan keinginanmu. Jika suatu hari kamu terjatuh karena batu tersebut Tidak apa untuk mengatakan kamu tidak baik-baik saja jika itu terasa sakit tetapi esok hari kamu harus yakin kamu akan sembuh dan bisa berjalan lagi dengan sendirinya.


Sorry to my readers. Lambat banget updatenya sumpah aku juga kesel sama diri sendiri yang mager buat nulis novel ber series gini grrrrrrr. But at least ini endingnya sedih banget yaa gue juga jadi nangis sih nulisnya karena terinspirasi dari temen gue sendiri dan banyak cerita dan seraching tentang cinta beda agama, beda etnis atau beda dunia juga ya kaya anime Kamisama Hajimemashita, Ino X Boku, Inuyasha, Vampir Kningt, dan masih banyak lagi  heheheuuu ceritanya mereka berbeda etnis dan berbeda agamanya juga yang kalian tahu di Indonesia sendiri pernikahan agama itu kan masih hal tabu dan menurut mimin sendiri yang beragama Islam sangat tidak diperbolehkan dan setahu gue di semua agama tidak memperbolehkannya. meskipun Jenny dan Matthew itu saling mencintai satu sama lain walaupun di ending yang dapet pasangan duluan Matthew. Kita ga pernah tahu apa yang dirasakan Matthew kan? Mungkin dia terbebani dan berusaha menerima semuanya, atau dia emang udah gak cinta lagi sama Jenny? Who the hell knows, Right?
Gue sebagai creatornya juga bingung sama charater yang gue buat ini, si Matt ini menggambarkan cowok yang Baik hati, hangat, humoris, Plin-plan dan gak bisa berani buat ambil keputusan besar buat dirinya sendiri dan hanya bisa menyesal di kemudian hari dan akhirnya cuman bisa menerima semuanya. Dan karena si Matt ini cowok dia ga mungkin kan berpikir pendek buat ninggalin keluarganya hanya demi si jenny, meskipun dia cowok dan dia lebih memilih buat ninggalin jenny begitu aja. Itu sih salah satu kesalahannya. Disana harusnya cowok lebih mikirin lagi gimana posisi si cewek dan gak tergesa-gesa dan kebawa emosi.
Buat charater si Jenny sendiri gue buat sebodoh-bodonya di awal karena mengingat dia itu masih belum dewasa dan tipe yang menginginkan perhatian dan kenyamanan bagi seorang cewek abg menurut gue itu wajar. Lagian siapa sih yang gak mau di perhatiin yakan hahaha? Cuman disini salah jenny adalah terlalu larut dalam kesedihan sampe gila dan akhirnya di terapi dan di ruqiah biar dia gak gila dan lebih dekat lagi sama Tuhan. Dan akhirnya dia sedikit demi sedikit bertransformasi dari yang kekanak-kanankan dan jadi lebih dewasa dan aware sama kenyataan.
Mungkin mereka berdua gak bakalan kayak gitu, maksud gue Jenny dan Matthew ga bakalan sama-sama edan kalo misalnya masalah mereka bisa dibicarakan dengan baik-baik dan mereka berdua sebenernya membutuhkan peran seperti seseorang yang netral ga memihak sama keluarga mereka dan bisa berpikir jernih dan mungkin mereka berdua gak bakalan seperti ini. Itu sih hipotesis gue. Gimana kalau menurut kalian?? J
XOXO, MIMY

dont forget to like, coment, and share.

Please dont be A Silent Reader.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bedah Lagu : Attention by Charlie Puth

Hollaaa maii readerssss. Dipostingan kali ini gue membuat postingan yang mungkin udah agak telat buat dibahas but gue lagi suka banget dengerin lagu ini buat beberapa hari belakangan ini, dan lagu yang bakalan gue bedah ialah lagunya si ganteng yang alisnya coakkk!! here he is ma fucking handsome guy! si ganteng Charlie Puth ini belum lama ini ngeluarin single yang berjudul "Attention" yang buat gua ngena adalah makna di balik lagu ini mari kita lihat liriknya Attention You've been runnin' round, runnin' round, runnin' round throwin' that dirt all on my name 'Cause you knew that I, knew that I, knew that I'd call you up You've been going round, going round, going round every party in LA 'Cause you knew that I, knew that I, knew that I'd be at one I know that dress is karma, perfume regret You got me thinking 'bout when you were mine And now I'm all up on ya, what you expect But you're not coming home with m...

Lirik OST Great Seducer (Tempted) Part 3 DK Seventeen – I’m First / I Should’ve First

                        Ini adalah Lagu yang buat gua sampe nangis bercucuran dan gak ada obat lagi. mungkin banyak yang gak suka atau ngerasa Rating dari drama Great Seducer itu rendah but honestly gue suka banget sama ceritanya walaupun agak Pretictible.             But, So Far gue denger lagu ini kayak mewakili perasaanya si Si Hyun alias Woo Do Hwan buat gue sih haha saking baper sama lagu dan dramanya. mungkin emang klise sih sebenernya dari ceritanya aja udah keliatan but itu no big Deaaal for me buat gak jatuh cinta sama Drama satu ini. then check This Out!! DK Seventeen – I’m First (Lirik OST Great Seducer / Tempted Part 3) Lirik : Eaton (Lim Ji Hyun), Kim Hyun Suk Komposer : Eaton (Lim Ji Hyun), Kim Hyun Suk [Romanji] malhal su eobs-eossjyo nae mam-eul teol-eonohgien geudaewa hogsi meol-eojilkkabwa na mangseol-igo iss-eossnabwayo naega meonjeo salanghanda malhalgeol neoleul sa...

Review Anime : Vampir Knight

Hello my lovely readers, apa kabar? baik kan dan sehat-sehat aja?? semoga semuanya pada baik dan selalu sehat sentosa ya (apadeh garing banget) masih di hari yang sama dan jam yang berbeda gue udah banyak repost curhatan gue yang kemaren-kemaren sesuai janji, gue akan membahas tentang :  VAMPIRE KNIGHT Meskipun anime jadul tapi ini anime pertama yang buat gue emosi sampe dulu gue banting pintu karena sakit hati akan pemainnya yang aleman :'D ini cerita sih sama kayak Twilight gitulah ala-ala romance gitu.  cerita ini bermulai dari Murid kelas Day dari Akademi Cross yakni Yuki dan Zero yang bertugas sebagai penjaga gerbang, kelakuan dan disiplinan gitu deh menariknya di Akademi Cross ini terdapat dua tipe yaitu Day dan Night kalo yang day hitam dan yang night itu putih warna seragamnya. Yuki dan Zero selalu menghalau day student yang berebutan untuk bertemu dengan night student.  Awalnya gue juga bingung ngapain sih sampe segitunya cewek-cewek banya...